Sendiri
Esti mugi lestari
Kala mentari bersinar dipagi buta.
Riuh burung ikut serta menyambut.
Kaki ini melangkah dengan pasti.
berharap hari ini kan bersahabat
Angin pagi yang menenangkan.
Membawa kedamaian sesaat.
Sebelum hati kembali teruji.
Sebelum logika kembali terkalahkan.
![]() |
|
|
Bagai kunang kehilangan cahaya.
Bagai bintang tertutup kabut.
Bagai sang surya tertutup awan.
harapanku sirna tanpa cahaya.
perih!
sunyi, sepi,
Hati ini kembali terluka.
Sendiri bagai orang asing.
Sepi meski dalam keramaian.
Satu Titik. Dua Koma,,
Esti Mugi Lestari
Satu titik itu akhir.
Namun dua koma itu apa?
Satu titik dua koma itu ambigu.
Seperti kamu.
Bagai candu yang membelenggu.
Namun dikau bagaikan racun,
Melumpuhkan,
Mematikan secara perlahan.
![]() |
| https://rislah.com/wp-content/uploads/2015/08/berdoa2Bkepada2Ballah2Bdan2Bmerenung2.jpg |
Seluruhnya terasa ambigu,
Tanpa engkau bagai berjalan tanpa arah.
Bagai berkelana tanpa tujuan.
Bagai koma tanpa titik.
Tiada akhir tanpa akhir.


